Birohmah Media Lab Bersama FOSI FP dan Enam LDF Lainnya se-UNILA Tingkatkan Kompetensi Media Mahasiswa

Dokumentasi Panitia BML Bersama Komunitas Kreatif Satu Lensa

Birohmah kembali menyelenggarakan Birohmah Media Lab (BML) 2026, sebuah program pengembangan keterampilan media yang melibatkan FOSI FP bersama enam Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) di Universitas Lampung. Kegiatan ini juga dibuka untuk masyarakat umum yang ingin memperdalam kemampuan di bidang media kreatif.

BML 2026 dilaksanakan dalam tiga pertemuan selama bulan Juni 2026, yaitu pada 6, 13, dan 21 Juni. Setiap sesi menghadirkan materi yang berbeda dengan pemateri berpengalaman di bidangnya, sehingga peserta memperoleh wawasan sekaligus pengalaman belajar yang beragam.

Pertemuan pertama berlangsung pada 6 Juni 2026 di Aula Gedung B FISIP Universitas Lampung dengan mengangkat tema Jurnalistik. Materi disampaikan oleh Setiaji Bintang Pamungkas, S.Sos, yang membahas dasar-dasar jurnalistik, etika dalam peliputan, serta dinamika profesi jurnalis di tengah perkembangan media digital.

Sesi kedua diselenggarakan pada 13 Juni 2026 di Ruang Teater Perpustakaan Universitas Lampung dengan tema Desain Grafis. Pada kesempatan ini, Pingki Novita Berliana membagikan materi mengenai prinsip-prinsip dasar desain serta penerapannya dalam menghasilkan konten visual yang efektif untuk kebutuhan organisasi.

Rangkaian kegiatan ditutup pada 21 Juni 2026 di Aula Teknik Mesin Universitas Lampung dengan tema Videografi. Birohmah berkolaborasi bersama komunitas kreatif Satu Lensa dan menghadirkan Holiq Bae, CEO sekaligus Founder Satu Lensa, sebagai narasumber. Peserta mendapatkan pembelajaran mengenai teknik pengambilan gambar, penyusunan visual yang bercerita (visual storytelling), hingga strategi menciptakan konten video yang menarik dan relevan di era digital.

Melalui Birohmah Media Lab 2026, FOSI FP bersama enam LDF se-Universitas Lampung tidak hanya mempererat kolaborasi antarlembaga dakwah, tetapi juga mendorong lahirnya insan media kampus yang kreatif, adaptif, dan mampu menyebarkan nilai-nilai dakwah melalui media yang inovatif sesuai dengan perkembangan zaman.

Peran Pemuda dalam Menghadapi Permasalahan Pertanian di Indonesia

Pertanian di Indonesia adalah sektor yang memiliki potensi besar, namun juga menghadapi berbagai tantangan seperti alih fungsi lahan, rendahnya produktivitas, perubahan iklim, dan ketergantungan pada impor pangan. Di tengah tantangan ini, generasi muda memiliki peran strategis untuk menghadirkan solusi inovatif. Dengan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi, wirausaha, serta kepedulian terhadap isu keberlanjutan, pemuda dapat menjadi penggerak perubahan dalam sektor pertanian.

Masalah Utama Pertanian Indonesia

Sebelum memahami bagaimana pemuda bisa berkontribusi, penting untuk melihat beberapa masalah utama dalam pertanian di Indonesia, yaitu:

  1. Alih fungsi lahan pertanian untuk pembangunan industri dan perumahan.
  2. Perubahan iklim yang mengakibatkan ketidakstabilan cuaca dan musim tanam.
  3. Ketergantungan terhadap impor pangan.
  4. Rendahnya produktivitas akibat metode tradisional.
  5. Kurangnya regenerasi petani, dengan sebagian besar petani berusia tua.

Peran Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Pertanian

Pemuda memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam berbagai aspek pertanian melalui inovasi, teknologi, kewirausahaan, dan advokasi kebijakan. Berikut adalah beberapa peran penting yang bisa dilakukan oleh pemuda:

1. Adopsi Teknologi Pertanian Modern

Pemuda dapat memanfaatkan teknologi digital dan inovasi dalam pertanian, seperti penggunaan Internet of Things (IoT), drone, dan sistem pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi lahan. Dengan akses ke teknologi ini, pemuda dapat mengurangi dampak perubahan iklim dan meminimalisir risiko kegagalan panen.

Contoh Teknologi yang Digunakan:

  • Drone untuk pemetaan lahan dan pemantauan tanaman.
  • Sensor tanah untuk mengukur kelembapan dan nutrisi.
  • Aplikasi cuaca untuk merencanakan pola tanam.

2. Membangun Wirausaha Agrikultur

Pemuda memiliki kemampuan untuk membuka usaha di sektor agrikultur yang modern, seperti pertanian organik, agribisnis digital, atau pengolahan hasil pertanian. Hal ini tidak hanya meningkatkan ekonomi lokal, tetapi juga membuat sektor pertanian lebih menarik bagi generasi muda lainnya.

3. Pengembangan Pertanian Berkelanjutan

Generasi muda cenderung lebih peduli terhadap isu lingkungan. Mereka bisa mendorong penerapan pertanian berkelanjutan dengan mempromosikan praktik ramah lingkungan seperti agroforestri, penggunaan pupuk organik, dan pengurangan pestisida kimia.

4. Pendidikan dan Inovasi Riset

Pemuda yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi di bidang pertanian atau teknologi dapat melakukan riset untuk menciptakan inovasi seperti bibit unggul, sistem irigasi hemat air, atau metode tanam yang lebih efisien. Inovasi ini dapat membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

5. Peran dalam Advokasi Kebijakan

Dengan terlibat dalam organisasi atau kelompok advokasi, pemuda dapat memperjuangkan kebijakan yang mendukung petani kecil, meningkatkan akses modal, atau melindungi lahan pertanian dari alih fungsi. Mereka juga dapat mendesak pemerintah untuk memperhatikan isu-isu penting seperti perubahan iklim dan kedaulatan pangan.

Tantangan yang Dihadapi Pemuda dalam Pertanian

Meskipun memiliki potensi besar, pemuda juga menghadapi tantangan dalam terjun ke dunia pertanian, seperti:

  • Kurangnya akses terhadap modal untuk memulai usaha pertanian.
  • Terbatasnya akses terhadap lahan produktif, terutama karena tingginya biaya tanah.
  • Kurangnya insentif dan dukungan kebijakan yang memadai untuk mendukung inovasi dan usaha pertanian bagi generasi muda.
  • Stigma sosial yang menganggap pertanian kurang menarik atau kurang menjanjikan dibandingkan pekerjaan lain di sektor industri atau jasa.

Peran pemuda sangat penting dalam mengatasi masalah-masalah utama yang dihadapi pertanian Indonesia. Dengan inovasi teknologi, kewirausahaan, pendidikan, dan advokasi, generasi muda dapat mendorong sektor pertanian menjadi lebih modern, produktif, dan berkelanjutan. Pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi terkait juga perlu berperan dalam memberikan dukungan yang memadai agar pemuda dapat berkontribusi lebih optimal dalam membangun masa depan pertanian Indonesia.

TAFAKUR ALAM FOSI FP (TAFOS) 2023

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillah.. telah terlaksana salah satu progja FOSI FP yaitu Tafakur Alam FOSI FP (TAFOS) pada hari Sabtu – Ahad, tanggal 18 – 19 November 2023 di desa wisata Way Mios, Pesawaran.

Tafakur Alam FOSI FP (TAFOS) 2023 yang bertema “Refresh and Recharge Iman ” merupakan kegiatan yang bertujuan untuk membentuk kader yang militan secara ruhiyah, fikriyah, dan jasadiyah, meningkatkan loyalitas dan solidaritas di antara KAMU dan pengurus FOSI serta pengukuhan KAMU dan pengurus FOSI FP.

TAFOS ini merupakan salah satu bentuk alur pengkaderan yang diadakan oleh FOSI FP, yang dimana untuk setiap materinya diisi oleh Alumni FOSI FP. Urgensi dari TAFOS ini adalah melatih peserta TAFOS menjadi kader yang militan secara ruhiyah, fikriyah, dan jasadiyah dan meningkatkan solidaritas di antara peserta sehingga peserta TAFOS memiliki jiwa tangguh yang siap terjun di setiap sektor organisasi kampus.

Rangkaian kegiatan TAFOS ini berupa silaturahim antara anggota dan alumni FOSI FP, terdapat juga penyampaian materi yang bentuk pelaksanaannya secara outdoor. TAFOS ini juga sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah atas alam ciptaan-Nya yang dimana kita sebagai hamba-Nya harus mentafakuri dan menjaganya.

Diakhir rangkaian kegiatan TAFOS ini ada bentuk pengukuhan untuk pengurus dan keluarga muda FOSI FP, serta pemberian slayer sebagai bentuk keberhasilan untuk peserta dalam mengikuti kegiatan TAFOS ini.

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan Tafakur Alam FOSI FP 2023

Demikian penjelesan singkat mengenai Tafakur Alam FOSI FP (TAFOS) 2023,

See you at TAFOS 2024! semoga kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu kembalii..

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Media Center FOSI | Kabinet Benih Perubahan | FOSI FP 2023

KABINET BENIH PERUBAHAN | FOSI FP 2023

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Gimana kabarnya temen-temen.. dah lama nii kayanya kita ngga bertemu di sini, semoga sehat selalu yaa dan tetap dalam lindungan-Nya, Aamiin..

Kenalan yuk sama kami FOSI FP 2023..

Forum Studi Islam Fakultas Pertanian (FOSI FP) tahun kepengurusan 2023 yang diketuai oleh Adnan Maulana Indratma (Peternakan 2021) memiliki nama kabinet yaitu “Benih Perubahan” dengan tagline ‘Satukan Tujuan, Kreasikan Perubahan’. Dibalik semua itu tentu ada makna dan filosofinya yaitu,

BENIH: adalah filosofi dari sebuah asal mula yang akan disemai. Benih akan menjadi janji terwujudnya impian esok hari. Benih hanya dapat tumbuh dalam kondisi terbaik, hanya benih-benih pilihan yang dapat melewati rintangan yang akan dihadapi. Kecintaan Allah SWT kepada makhluk-makhluk lainnya yang membutuhkan keberadaannya. Allah SWT telah memberikan perangkat padanya agar fungsinya untuk menebar kebermanfaatan dapat berlangsung. Di dalam jamaah ini, FOSI FP, berupaya untuk memberikan perlindungan, kenyamanan serta pembelajaran untuk bertumbuh bersama menghasilkan karya kebaikan yang diharapkan dan dapat dirasakan.

PERUBAHAN: Kami dalam jamaah FOSI FP berkumpul untuk membuat suatu hal yang cukup berbeda dari sebelumnya. Suatu upaya akan terus dilakukan untuk mengevaluasi apa yang telah dilewati sebelumnya. Perubahan diciptakan dengan harapan FOSI FP menjadi lembaga yang lebih inklusif dari sebelumnya, namun tetap sesuai dengan ajaran dan nilai yang dibawa.

Kemudian ini adalah logo dari Kabinet Benih Perubahan, yang dimana setiap bentuk dan warnanya tersebut memiliki maknanya masing-masing,

Benih : merupakan asal mula mimpi FOSI yang suatu saat akan disemai. Perlindungan, kenyamanan, dan pembelajaran akan menjadi perangkat benih dimana fungsi menebar manfaat nya dapat dirasakan. Upaya perbaikan akan terus dikerahkan!

Daun : menjadi ciri khas fakultas pertanian dan memancarkan keteduhan yang akan selalu memberikan energi positif bagi orang lain.

Butir air : 10 butir air yang menggambarkan 10 bidang di FOSI FP yang saling bersinergi dalam menebar kebermanfaatan yang akan selalu mengalir seperti air.

Padi : Kreasi hebat yang akan ciptakan punggawa FOSI FP dan tetap rendah hati.

Tangan : tangan yang menggenggam benih menggambarkan rasa saling peduli dan saling bekerja sama untuk menciptakan perubahan dalam kebaikan.

Warna

– hijau : warna yang positif melambangkan ketenangan dan kedamaian

– kuning : melambangkan keceriaan

– biru : melambangkan loyalitas dan tanggung jawab

Itu tadi penjelasan dan filosofi dari nama kabinet serta bentuk logonya.

Tentu pada setiap kepengurusan memiliki tujuan untuk mencapai keberhasilannya dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kabinet Benih Perubahan memiliki Visi dan Misi yaitu,

VISI

FOSI FP sebagai rumah dakwah yang melahirkan kader berkualitas, dan berjiwa intelektual untuk mewujudkan fakultas pertanian yang madani.

MISI

  1. Memberikan kenyamanan dan rasa kepemilikan dalam rangka penguatan ukhuwah Islamiah internal pengurus FOSI FP (PRESI, KDS dan KESMA)
  2. Mengoptimalkan syi’ar Islam yang inovatif baik secara kultural dan digital pada lingkup Fakultas Pertanian maupun pada lingkup luas (SIK, KEMUS dan MCF)
  3. Memperkuat branding FOSI FP melalui rekrutmen dan pembinaan pengurus secara aktif dan terstruktur (KDS, BBQ dan KEMUS)
  4. Membangun tata kelola administrasi organisasi yang profesional (SEKUM, BENDUM, KESMA)
  5. Melakukan kegiatan usaha dan pencarian donatur tetap sebagai ikhtiar FOSI FP untuk mengembangkan finansial mandiri (FDS dan HUMAS)
  6. Menjalin relasi dengan lembaga kemahasiswaan lain khususnya seluruh civitas akademika fakultas pertanian (HUMAS) 7. Menjadi tempat untuk mengembangkan potensi diri dan melakukan pendataan prestasi akademik maupun non akademik pengurus guna menunjang pergerakan dakwah FOSI FP (AKSET)

Kabinet Benih Perubahan

Itulah perkenalan dari Kabinet Benih Perubahan. Bila ada saran dan masukan silahkan tinggalkan pesan… Terimakasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Media Center Fosi | Kabinet Benih Perubahan | Satukan Tujuan Kreasikan Perubahan

Opini Pertanian: Lahan Pertanian, Kebutuhan Insan yang Sering Terlupakan

“Apakah kita mau Indonesia merdeka, yang kaum kapitalnya merajalela ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan?”

–Ir. Soekarno–

Serangkaian kata di atas sepertinya tepat untuk menggambarkan definisi masyarakat sejahtera yang sebenarnya. Sejahtera bukan tentang banyaknya penjabat negara yang kaya raya dan orang-orang sukses yang lahannya berjejer dimana-mana. Kesejahteraan negara ada ketika seluruh masyarakatnya cukup untuk sandang, pangan, dan papan. Perihal pangan, “Lantas, apa kabar penyediaan pangan Indonesia saat ini?” Pertanyaan itu sering muncul karena penyediaan pangan atau ketahanan pangan merupakan isu kajian yang cukup strategis dibahas di era revolusi saat ini. Bahkan ketahanan pangan menjadi salah satu bagian dari tujuan SDGs yang dirancang oleh pemerintah. Lebih tepatnya ketahanan pangan ini menjadi tujuan SDGs nomor 2, yaitu untuk mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki nutrisi dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan. Tentu, tujuan SDGs ini juga sejalan dengan salah satu tujuan pembangunan Indonesia.
 
Dilansir dari web resmi SDGs Bappenas, salah satu target dari tujuan SDGs ini yaitu pada tahun 2030, Indonesia mampu melipatgandakan produktivitas pertanian dan pendapatan produsen makanan skala kecil, khususnya keluarga petani, perempuan, masyarakat penduduk asli, nelayan, dan penggembala, termasuk melalui akses yang aman dan sama terhadap lahan, sumber daya produktif, dan input lainnya yaitu pengetahuan, jasa keuangan, pasar, dan peluang nilai tambah, serta pekerjaan nonpertanian. Salah satu hal yang perlu digaris bawahi adalah adanya akses yang sama dan aman terhadap lahan. Hal tersebut cukup erat kaitannya dengan pengalihfungsian lahan dimana masih terdapat pertanyaan besar, apakah alih fungsi lahan yang terjadi di Indonesia sudah berjalan dengan baik.
 
Lahanku Kebutuhanku
 
Lahan pertanian merupakan suatu kebutuhan yang penting bagi seluruh manusia. Lahan menjadi tempat untuk membudidayakan tanaman yang menjadi sumber utama pangan. Ditambah dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat membuat urgensi keberadaan lahan pertanian ini menjadi semakin kuat. Lantas, apa yang terjadi dengan kondisi lahan pertanian Indonesia sekarang? Memprihatinkan. Kata itu sedikit menggambarkan bagaimana kondisi lahan pertanian saat ini. Indonesia yang luas total wilayahnya yaitu sekitar 7,81 juta km2 dengan luas daratan sekitar 2,01 juta km2 mengalami perubahan luas lahan pertanian yang cukup signifikan setiap tahunnya. Alih fungsi lahan pertanian adalah suatu proses pengalih fungsian lahan yang awal penggunaannya sebagai lahan pertanian pada sebagian atau keseluruhan lahan menjadi lahan non pertanian.
 
Berdasarkan penghitungan Badan Pusat Statistik (BPS) saat menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA) pertama kali tahun 2018, luas baku sawah nasional hanya 7,1 juta hektar. Padahal, berdasarkan hitungan tahun 2013 oleh BPN, luas baku sawah masih 7,75 juta hektar yang artinya mengalami penyusutan 650.000 hektar. Dengan kata lain, dalam kurun 5 tahun luas lahan baku sawah hilang 130.000 ha/tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi Tahun 2020 hanya mencapai 10,66 juta hektar atau mengalami penurunan sebesar 0,19 persen dibandingkan dengan Tahun 2019 yang sejumlah 10,68 juta hektar atau 20,61 ribu hektar. Data tersebut cukup mengkhawatirkan melihat pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus bertambah. Lahan pertanian ini biasa dialihfungsikan sebagai pabrik, pemukiman, tempat wisata, dll.

Bagaimana alih fungsi lahan ini bisa terjadi?

Alih fungsi lahan atau biasa disebut konversi lahan, pada dasarnya merupakan hal yang wajar terjadi. Namun, pada kenyataannya konversi lahan yang diadakan besar-besaran ini menjadi masalah yang cukup krusial karena dampaknya yang besar bagi masyarakat dan lingkungan. Terdapat tiga faktor penting yang menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan. Pertama, faktor internal dimana faktor ini lebih melihat dari sisi kondisi sosial ekonomi rumah tangga pertanian pengguna lahan. Kemudian, kedua yaitu faktor eksternal yang merupakan faktor yang disebabkan oleh adanya dinamika pertumbuhan perkotaan (fisik maupun spasial), demografi maupun ekonomi. Terakhir, faktor kebijakan yang merupakan aspek regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah berkaitan dengan perubahan fungsi lahan pertanian. Sebagian besar konversi lahan ini menjadi cerminan yang menunjukkan adanya ketimpangan antara pihak kapitalis dengan petani terkait regulasi konversi lahan pertanian.
Sumber: https://unsplash.com/s/photos/agricultural-land

Dari ketiga faktor di atas, secara umum terdapat dua faktor utama yang saat ini menjadi sorotan dalam konversi lahan. Pertama faktor ekonomi, alasan yang sering dikatakan oleh petani saat mengonversikan lahannya adalah karena kebutuhan keluarga dan harga lahan yang tinggi. Kedua yaitu faktor sosial. Faktor sosial ini meluputi banyak hal, yang pertama menurunnya citra petani dan kurangnya minat generasi muda. Hal ini juga menjadi masalah yang cukup krusial di pertanian dimana stigma masyarakat mendengar kata petani itu sudah negatif, petani dianggap sebagai pekerjaan yang tidak menjanjikan dan identik kuno. Hal ini membuat para petani memilih tidak melajutkan usaha taninya dan menjual lahannya. Selanjutnya yaitu adanya sistem waris di masyarakat, bagi warisan berupa lahan ini membuat lahan terfragmentasi dan setiap kepala keluarga berhak untuk mau membudidayakan atau justru menjual lahan kepemilikannya untuk dialihfungsikan.

Konversi lahan yang merugikan, lantas apa yang bisa dilakukan?

Konversi lahan pertanian dianggap tidak menguntungkan bagi pertumbuhan sektor pertanian karena dapat menurunkan kapasitas produksi serta daya serap tenaga kerja yang nantinya akan berdampak pada penurunan produksi pangan, dan pendapatan per kapita keluarga tani. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghadapi konversi lahan ini. Yang pertama memperkecil peluang konversi lahan dilihat dari sisi permintaan, pengendalian sawah dapat ditempuh melalui pengembangan pajak tanah yang progresif, meningkatkan efisiensi kebutuhan lahan untuk non-pertanian sehingga tidak ada tanah terlantar serta mengembangkan prinsip hemat lahan untuk industri, perumahan dan perdagangan misalnya pembangunan rumah susun. Yang kedua, mengarahkan kegiatan konversi lahan pertanian untuk pembangunan kawasan industri, perdagangan, dan perumahan pada kawasan lahan yang kurang produktif atau lahan terlantar. Ketiga, dengan meningkatkan kesadaran para petani dan pemilik lahan untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang dimilikinya dengan meningkatkan produktivitas hasil pertanian yang ada. Keempat, meningkatkan kesadaran kepada para pelaku pembangunan industri/pemukiman agar lebih memperhatikan kondisi lingkungan yang ingin dijadikan sebagai tempat pembangunan industri. Terakhir yaitu terus mengembangkan teknologi agar dapat berionvasi dan menumbuhkan minat para generasi muda di bidang pertanian. Banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan dari konversi lahan ini membuat kita sebagai masyarakat Indonesia harus lebih peduli terhadap lingkungan yang terjadi saat ini. Konversi lahan akan terus menjadi-jadi apabila kita tidak berupaya untuk meminimalisirnya.

Perlu ada kolaborasi yang baik antara pemerintah, petani, penyuluh pertanian, dan para stakeholder lainnya untuk mengendalikan konversi lahan. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus lebih tegas dalam menerapkan dan membuat regulasi yang ada. Petani sebagai pelaku harus lebih memperhatikan dampak panjang yang ditimbulkan dari alih fungsi lahan ini. Jangan sampai para petani hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek saja, tetapi melupakan dampak panjangnya.
Sumber: https://unsplash.com/s/photos/agricultural-land
Kemudian para pengusaha atau para pelaku pembangunan juga harus lebih memperhatikan lingkungan, perlu adanya analisis AMDAL yang baik serta memilih lahan-lahan yang sekiranya sudah tidak mampu produktif. Selanjutnya penyuluh, seorang penyuluh pertanian juga berpengaruh pada kasus konversi lahan ini karena merekalah yang menjadi jembatan antara petani dengan pihak luar, penyuluh harus terus berinovasi, memberi semangat dan motivasi kepada petani agar mampu lebih produktif dan mempertahankan lahannya. Kemudian, peran dari masyarakat luas. Hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat luas adalah meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan menghapus stigma buruk tentang pekerjaan petani karena hal tersebut akan berdampak pada menurunnya minat generasi muda untuk terjun ke bidang pertanian. Perlu diingat kembali bahwa selagi manusia membutuhkan makan untuk menunjang kehidupannya, maka profesi petani dan kegiatan pertanian akan terus ada dan tidak akan musnah.
 
Mahasiswa bisa apa?
 
Selain pemerintah, petani, penyuluh, dan masyarakat luas, mahasiswa yang diharapkan dapat menjadi agent of change sangat berpengaruh terhadap kondisi pertanian selanjutnya. Terkhusus lagi mahasiswa pertanian yang setiap harinya belajar tentang seluk beluk pertanian hingga ke akarnya. Sudah menjadi peran dari mahasiswa tersebut untuk andil dan bertanggung jawab terhadap kondisi pertanian saat ini. Jangan sampai kita mahasiswa pertanian hanya tahu bagaimana membudidayakan tanaman, menanggulangi hama, dan menghitung produktivitas lahan tetapi lupa untuk belajar hukum pertanian khususnya terkait alih fungsi lahan ini. Kita sebagai seorang mahasiswa yang diaggap mempunyai kapasitas pengetahuan yang lebih dari petani di desa diharapkan mampu membawa perubahan besar dengan kemajuan teknologi yang ada. Inovasi-inovasi yang kita canangkan sangat dibutuhkan oleh petani tua saat ini. Pemikiran kita yang kritis terhadap isu-isu sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah menanggulangi permasalahan yang terjadi. Selain itu, kemampuan komunikasi kita yang mumpuni diharapkan bisa menjadi salah satu media untuk memberikan edukasi ke masyarakat sekitar.
Sumber: https://unsplash.com/s/photos/agricultural-land

Mahasiswa yang luar biasa bukan mahasiswa dengan IPK tinggi, pandai berdebat, dan mengkritisi setiap kebijakan pemerintah tetapi mahasiswa yang hebat adalah mereka yang bisa memanfaatkan ilmunya agar berguna untuk masyarakat”.

Lomba Opini Festival Tani

Oleh: Aliya Farras Prastina

Universitas Gadjah Mada

Media Center Fosi FP 2021 | Kreasi Bersinergi | Satu Kreasi Berjuta Inspirasi

 

FESTIVAL TANI 2021


Pada tahun ini Immperti Unila mengadakan rangkaian acara Festival Tani. Festan kali ini mengusung tema “Optimalisasi peran Mahasiswa dalam menghadapi Tantangan dan Arah pembangunan pertanian Indonesia masa depan dengan Pola Pikir Islami”


Menurut Alan Hermawan (Anggota BSO Immperti’21) selaku ketua pelaksana “Festival Tani Ditahun 2021 ini di semarakan dengan berbagai macam kegiatan yakni antara lain Fosi Media Class (FMC) yang dilaksanakan pada 10 Oktober 2021, Webinar Nasional Festival Tani yang dilaksanakan pada 17 Oktober 2021, dan dilanjut dengan Tablik Akbar pada 24 Oktober 2021. Tidak hanya itu, Festival Tani tahun ini juga di semarakkan dengan lomba Festival Tani dengan 4 cabang lomba yaitu : Poster Kreatif kepertanian, Mini Podcast Keislaman, Cerpen Keislaman, dan Opini pertanian.”

Kemudian menambahkan bahwa”Tujuan diadakan Festival Tani ini ialah :

– Sebagai sarana pembelajaran untuk menambah ilmu dan pemahaman mengenai pertanian secara umum dengan pola pikir islam.

– Memberikan bekal kepada mahasiswa supaya dapat terjun ke masyarakat melalui desa binaan yang dimiliki oleh masing-masing lembaga dakwah di universitas.

– Pengembangan kreatifitas mahasiswa.

– Melatih kemampuan mahasiswa dalam kemediaan.”


Pada pelaksanaannya peserta sangat antusias,”alhamdulillah dari setiap kegiatan pasti di ikuti oleh peserta yang tidak hanya sedikit dan pesertanya pun berasal dari berbagai universitas dan daerah tidak hanya mahasiswa Universitas Lampung saja. Di kegiatan Fosi media Class, webinar Nasional Festival Tani, dan Tabligh Akbar pun ketika memasuki sesi diskusi tidak hanya satu dua peserta saja yang bertanya. Dari situ terlihat bagaimana antusias dari peserta itu sangat baik.” Ujarnya



Untuk menyaksikan ulang rangkaian festival tani 2021 dapat dilihat di kanal Youtube Fosi FP.

https://youtu.be/LV9eXth5Sjc (Fosi Media Class)

https://youtu.be/IJA6yqU0sFE (Tabligh Akbar)

https://youtu.be/kB9MO6tM-Ck (Webinar Festan)

Sampai berjumpa di Festival Tani berikutnya

Penulis : Media Center Fosi

Dokumentasi : Panitia Pelaksana Festival Tani 2021


5 Keutamaan dan balasan bagi orang yang sabar

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bagaimana nih kabar sahabat bang agri dan mba yasmin?? Semoga sehat selalu yaa

Kata sabar sudah tidak asing ya, kira-kira seberapa sabar ya kalian ?? yuk bisa dibaca keutamaan dan balasan bagi orang yang bersabar

1. Kesudahan yang baik
Allah Subhanahu Wata’ala menjanjikan orang-orang yang sabar menuai kesudahan yang baik setelah melewati cobaan dan ujian yang diberikan. Janji Allah ini terdapat dalam surat Hud ayat 49 dan Ar-ra’d ayat 22.

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),” (Q.S. Ar-Ra’d : 22).

2. Keberuntungan
Yang kedua ini Allah Subhanahu Wata’ala juga akan memberikan keberuntungan bagi orang-orang yang sabar, sesuai dengan surat Ali Imran ayat 200.

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung,” (Q.S Ali Imran : 200)

3. Disukai Allah
Sesuai surat Ali Imran ayat 146, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman “…Allah menyukai orang-orang sabar.”

Dalam surat Al-Anfal ayat 46 dan Al-Baqarah 249 disebutkan bahwa “…Allah bersama orang-orang sabar”

4. Diberi petunjuk
Allah akan memberikan kabar gembira, petunjuk, berkah, dan rahmat-Nya kepada orang-orang yang sabar. Hal ini sesuai dengan surat Al-Baqarah ayat 155-157.

“… Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk,” (Q.S. Al-Baqarah : 155-157)

5. Martabat yang tinggi di surga
Di akhirat, Allah menjanjikan martabat yang tinggi bagi setiap orang yang menjalani kehidupan di dunia dengan sabar.

“Mereka itulah orang yang dibalas dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,” (Q.S. Al-Furqan : 75)

Itulah 5 keuatamaan dan balasan bagi orang yang sabar, yuk kita belajar bersabar!!

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

SALAM : Silaturahmi Akbar Alumni

Alhamdulillah telah terlaksana SALAM (Silaturahmi Akbar Alumni) pada Sabtu, 22 Mei 2021 melalui virtual Zoom Meeting. Acara tersebut dihadiri lebih dari 100 partisipan yang terdiri dari pengurus Fosi FP 2021 dan alumni.


Acara dimulai pukul 20.00 dibuka oleh Zeda Erdian (Anggota Bidang Humas Fosi FP 2021) sebagai MC. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh petugas disusul dengan pembacaan taujih oleh petugas.

Setelah itu, ada sambutan dari ketua umum Fosi FP 2021 yaitu Isro Muhammad Safei, pada sambutan tersebut ketua umum mengucapkan maaf lahir dan batin karena pada acara SALAM ini masih bertepan dengan bulan Syawal. Kemudian, ketua umum juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para Alumni serta pengurus yang sudah hadir pada acara malam itu.


Setelah sambutan dari ketua umum Fosi FP 2021, yaitu penampilan video mengenai kondisi fakultas pertanian terkini serta kondisi kantor Fosi FP. Penampilan video membuat para Alumni bernostlagia selama masa perkulian dulu.


Acara selanjutnya, dilanjutkan dengan acara per bidang. Para partisipan memasuki ruang breakout sesuai dengan bidangnya. Disana para pengurus dan alumni saling sharing mengenai kondisi bidang yang sekarang maupun yang dulu. Dan acar perbidang selesai pukul 21.20 Wib.


Setelah acara per bidang, para partisipan kembali ke room utama, dan dilanjutkan penyampaian informasi dari kepala bidang humas yaitu mengenai donatur tetap.
Rangkaian acara demi acara telah selesai dan acara diambil alih kembali oleh MC.

Kemudian sebelum di tutup ada pengambilan gambar atau dokumentasi acara pada malam hari itu. Lalu, dilanjutkan oleh doa yang dipimpin oleh petugas. Kemudian, ditutup oleh MC.

Jazakumullah khairan kepada Alumni DAN Pengurus Fosi FP 2021 yang sudah menghadiri acara SALAM, sampai jumpa di SALAM selanjutnya.

Pendidikan dan latihan (diklat) Pengurus FOSI FP 2021


Fosi Fakultas Pertanian – Minggu (18/4) telah berlangsung kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Pengurus Fosi Fakultas Pertanian 2021. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai kepengurusan di FOSI FP sehingga diharapkan dapat membantu mempermudah seluruh pengurus untuk bekerja sama dalam menjalani kepengurusan selama satu tahun ke depan.


Kegiatan yang berlangsung secara online melalui Zoom Cloud Meeting ini diadakan selama 2 hari, dimulai dengan pembukaan acara oleh moderator pada tanggal 17 April 2021 pukul 14.00 yang dihadiri oleh Pembina Fosi FP, tamu undangan yaitu Perwakilan Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Pertanian dan perwakilan Lembaga Dakwah se-Unila, serta Pengurus Fosi FP 2021 sebagai peserta dan dilanjutkan keesokan harinya pada tanggal 18 April 2021 dimulai pukul 08.00 WIB dengan pemaparan materi oleh para pemateri hingga penutupan acara.


Materi yang disampaikan pada kegiatan ini meliputi tiga materi, yaitu materi yang pertama mengenai pengenalan COC (Code Of Conduct) oleh Doni Ardiansyah, Sekretaris Jenderal Birohmah 2020. Kemudian, dilanjutkan dengan materi yang kedua yaitu materi pengenalan dakwah kampus oleh Irvan Ariessandy, Ketua Umum Birohmah 2020. Dan materi terakhir mengenai tugas pokok dan fungsi pengurus oleh Isro Muhammad safe’i, selaku Ketua Umum FOSI FP 2021.


Kemudian, untuk diklat sendiri peserta yaitu pengurus Fosi FP 2021 tidak hanya mendengarkan materi dari pemateri. Namun, peserta diberikan penugasan serta kuis yang diadakan di quiziz. Hal itu bertujuan agar peserta dapat mengulas kembali materi yang telah disampaikan. Meski terdapat beberapa kendala teknis. Namun, dapat dikatakan kegiatan berlangsung secara baik dan dihadiri oleh hampir seluruh pengurus dan tamu undangan.

FOSI BERBAGI (FOSBAR)


Telah dilaksanakan FOSBAR (Fosi Berbagi) perdana yang dilaksanakan Fosi Fakultas Pertanian pada Jum’at, 02 April, pukul 16.00- selesai (sore hari).


Alhamdulillah kegiatan Fosbar berjalan dengan lancar serta telah dibagikan 30 roti dan aqua kepada orang yang berada disekitar embung rusunawa dan sekitar Gedung serbaguna (GSG) Universitas Lampung. Pada sore hari kedua tempat itu sangat ramai. Sehingga kedepannya sangat cocok untuk dilaksakan fosi berbagi.


Insyaallah FOSBAR ini akan terus berlanjut kedepannya. Barakallah kepada seluruh pengurus Fosi FP yang telah membersamai kegiatan ini. Semoga Allah limpahkan karunia-Nya untuk kita semua.


Satu Kreasi, Berjuta Inspirasi!